1. Sekar (Konseli): "Sejak gagal magang di lembaga internasional itu, semuanya jadi berantakan. Saya jadi malas kuliah." Sebagai konselor, manakah pertanyaan LANJUTAN yang paling tepat untuk mengidentifikasi pikiran otomatis Sekar?
2. Sekar (Konseli): "Saya merasa sangat malu dan minder sekali saat tahu teman-teman dekat saya diterima magang di tempat yang bagus-bagus." Manakah respons konselor yang paling tepat untuk memisahkan dan memperjelas pikiran dan perasaan?
3. Sekar (Konseli): "Saya jadi malas dan beberapa kali tidak masuk bimbingan skripsi." Setelah konselor mengetahui perilaku menghindar ini, pertanyaan lanjutan apa yang paling penting untuk memahami dampaknya?
4. Sekar (Konseli): "Saya pikir, kegagalan saya magang di tempat impian itu membuktikan bahwa saya memang tidak cukup kompeten dibandingkan teman-teman saya." Respons konselor mana yang paling efektif untuk mulai menghubungkan pikiran ini dengan keyakinan yang lebih dalam?
5. Sekar (Konseli): "Iya, sejak kecil saya sering merasa tidak cukup. Orang tua saya sering memuji kakak laki-laki saya karena prestasinya, sementara prestasi saya sepertinya biasa saja di mata mereka." Untuk menggali pembentukan keyakinan dasar, pertanyaan lanjutan mana yang paling tepat?
6. Konselor ingin Sekar lebih sadar akan pola pikirnya sehari-hari. Tugas rumah (homework) mana yang paling mencerminkan teknik Self-Monitoring untuk kasus Sekar?
7. Sekar (Konseli): "Magang di lembaga swasta kecil itu benar-benar tidak ada artinya. Itu bukanlah pengalaman yang berharga sama sekali bagi karier saya." Sebagai konselor, Anda ingin memahami makna pribadi di balik kata-kata kunci yang Sekar gunakan. Respons mana yang paling tepat untuk menerapkan teknik ini?
8. Di sesi berikutnya, Sekar melaporkan bahwa ia masih menghindari bimbingan karena merasa materinya belum sempurna dan memilih menunda peretmuan bimbingan. Dalam sesaat ia merasa rileks, namun besoknya justru merasa bersaah dan stes karena skripsi makin tertunda. Manakah pernyataan konselor yang menunjukkan asesmen berkelanjutan untuk memperdalam konseptualisasi kasus?